Rabu, 21 Oktober 2009

konsumsi oksigen

Judul Praktikum : Konsumsi Oksigen
Tanggal Praktikum : 14 Oktober 2009
Tanggal Penyerahan : 21 Oktober 2009
Tujuan Praktikum : Mengetahui laju konsumsi oksigen dari beberapa hewan
Serangga.
Pendahuluan
Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem periodik yang mempunyai lambng O dan nomor atom 8.(http :// wikipedia.org/ wiki/ oksigen)
Oksigen merupakan unsur terpenting bagi kelangsungan hidup organisme.Oksigen dibutuhkan untuk proses oksidasi bahan-bahan mekanik dalam tubuh hewan agar dihasilkan energi untuk aktifitas hidupnya.Energi berupa ATP yang prosesnya disebut metabolisme aerobik. Pengambilan oksigen untuk metbolisme dan pengeluaran CO2 sebagai sampah metabolisme dilakukan dengan mekanisme yang menggunakan sistem respiratori. (http :// aprianatitik. Wordpress. Com. Arsip/) Karbondioksida merupakan salah satu sampah metabolisme terbesar yang berasal dari oksidasi hidrat arang jadi, hewan bernafas mengambil O2 dari lingkungannya dan hasil CO2 ke lingkungannya.(Djambur, 1985)
Laju metabolisme adalah jumlah total energi yang diproduksi dan dipakai oleh tubuh per satuan waktu. Laju metabolisme berkaitan erat dengan respirasi karena respirasi merupakan proses ekstraksi energi dan molekul makanan yang bergantung pada adanya oksigen. Secara sederhana, reaksi kimia
yang terjadi dalam respirasi dapat dituliskan sebagai berikut:
C6H12O6 + 6O2 → 6 CO2 + 6H2O + ATP
Laju metabolisme biasanya diperkirakan dengan mengukur banyaknya oksigen
yang dikonsumsi makhluk hidup per satuan waktu. Hal ini memungkinkan karena
oksidasi dari bahan makanan memerlukan oksigen (dalam jumlah yang diketahui)
untuk menghasilkan energi yang dapat diketahui jumlahnya juga. Akan tetapi, laju
metabolisme biasanya cukup diekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen.
Beberapa faktor yang mempengaruhi laju konsumsi oksigen antara lain temperatur, spesies hewan, ukuran badan, dan aktivitas. Laju konsumsi oksigen dapat ditentukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menggunakan mikrorespirometer, metode Winkler, maupun respirometer Scholander.
Penggunaan masing-masing cara didasarkan pada jenis hewan yang akan diukur laju konsumsi oksigennya. Mikrorespirometer dipakai untuk mengukur konsumsi oksigen hewan yang berukuran kecil seperti serangga atau laba-laba. Alat ini terdiri atas syringe, kran 3 arah, tabung spesimen, dan tabung kapiler berskala.
Oksigen atau konsumsi oksigen dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
1. Intensitas dari metabolisme oksidatif dalam sel.
2. Kecepatan pertukaran yang mengontrol perpindahan air disekitarnya yang berdifusi melewatinya.
3. Faktor internal yaitu kecepatan sirkulasi darah dan volume darah.
4. Aktifitas oksigen dari hemoglobin.
Pada praktikum kali ini kita akan mengukur dan membnadingkan laju oksigen pada beberapa contoh serangga. Serangga merupakan hewan terestrial yang tidak memiliki paru – paru tetapi menggunakan sistem trakhea untuk pertukaran gas. (Campbell, 2004)
Sistem respirasi serangga termasuk hewan berbuku-buku. Sebagian besar serangga hidup di darat. Contoh serangga adalah jangkrik, kupu-kupu, belalang, nyamuk, lalat, semut, laron, kecoak. Alat pernafasan serangga yang hidup di darat berbeda dengan yang hidup di air. Serangga bernafas dengan trakea
Trakea adalah suatu sistem alat pernafasan yang terdiri atas pembuluh-pembuluh yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang-cabang ini bermuara di stigma (spirakel). Stigma merupakan lubang keluar masuknya udara. Pada trakea terdapat kantong udara kantong hawa, yang berfungsi menyimpan udara yang masuk untuk sementara waktu. Serangga yang hidup di air, misalnya jentik-jentik nyamuk mempunyai alat bantu pernafasan, yaitu tabung pernafasan yang menghubungkan dengan trakea. corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh.Spirakel mempunyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Pada umumnya spirakel terbukaselama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat. Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Kemudian udara dari spirakel menuju pembuluh-pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam. Trakeolus tidak berlapis kitin, berisi cairan, dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. Trakeolus ini mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler pada sistem pengangkutan (transportasi) pada vertebrata. Mekanisme pernapasan pada serangga, misalnya belalang, adalah sebagai berikut :
Jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea mexrupih sehingga udara kaya COZ keluar. Sebaliknya, jika otot perut belalang berelaksasi maka trakea kembali pada volume semula sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan di luar sebagai akibatnya udara di luar yang kaya 02 masuk ke trakea.
Sistem trakea berfungsi mengangkut OZ dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengangkut C02 basil respirasi untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut gas pernapasan.
Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. Pada serangga air seperti jentik nyamuk udara diperoleh dengan menjulurkan tabung pernapasan ke perxnukaan air untuk mengambil udara.
Serangga air tertentu mempunyai gelembung udara sehingga dapat menyelam di air dalam waktu lama. Misalnya, kepik Notonecta sp. mempunyai gelembung udara di organ yang menyerupai rambut pada permukaan ventral. Selama menyelam, O2 dalam gelembung dipindahkan melalui sistem trakea ke sel-sel pernapasan. Selain itu, ada pula serangga yang mempunyai insang trakea yang berfungsi menyerap udara dari air, atau pengambilan udara melalui cabang-cabang halus serupa insang. Selanjutnya dari cabang halus ini oksigen diedarkan melalui pembuluh trakea.
Alat dan Bahan
Alat Bahan
Respirometer KOH
Alat timbang Tisue
Pipet tetes Lugol / lar iodium / eosin
Stopwatch Vaselin
Tabung reaksi Hewan percobaan (serangga)

Posedur Kerja
Hewan ditimbang

Masukan KOH pd respirometer bungkus tisue

Masukan hewan pd respirometer

Tutp pipa olesi vaselin (kedap udara)

Pasang statifnya

Tetesi ujung pipa dengan lugol

Star stopwatch interval 5 menit sebanyak 3 kali

Amati pergerakan lugol

Catat jarak selama waktu tertentu

Hitung volume udara

Lakukan pada hewan yang lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar